
Pemerintah menegaskan posisi fiskal Indonesia pada akhir 2025 masih berada di zona aman, meskipun realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun tersebut dibayangi oleh pendapatan yang meleset dari target dan tekanan defisit. Dalam Rapat Paripurna DPR ke-23 masa persidangan V tahun sidang 2025–2026, Kamis (2/7/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025, sekaligus menyoroti peran Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai bantalan fiskal utama.
Purbaya menjelaskan, posisi SAL pada awal 2025 tercatat sebesar Rp457,54 triliun. Sepanjang tahun berjalan, pemerintah memanfaatkan Rp93,15 triliun dari dana tersebut untuk mendukung pembiayaan APBN. Di sisi lain, pemerintah membukukan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp72,40 triliun dan melakukan sejumlah penyesuaian. Alhasil, posisi SAL per 31 Desember 2025 tercatat Rp438,26 triliun, yang dinilai masih memadai untuk berfungsi sebagai penyangga fiskal menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian ke depan.
Dari sisi kinerja anggaran, Purbaya mengakui banyak target APBN 2025 yang tidak terpenuhi. Realisasi pendapatan negara dan hibah hanya mencapai Rp2.765,13 triliun atau 92,01% dari target dalam APBN 2025 yang dipatok Rp3.005,12 triliun. Kelesuan terutama terjadi pada penerimaan perpajakan yang hanya terealisasi Rp2.218,17 triliun atau 89,05% dari sasaran. Pemerintah menyebut tekanan eksternal berupa fragmentasi perdagangan, eskalasi tensi geopolitik, serta penyesuaian kebijakan dalam negeri seperti perubahan PPN barang mewah dan percepatan restitusi pajak sebagai faktor yang menahan laju penerimaan.
Kendati demikian, neraca pemerintah dinilai tetap solid. Per 31 Desember 2025, total aset pemerintah tercatat sebesar Rp14.600,98 triliun, sementara total kewajiban mencapai Rp11.527,29 triliun. Dengan demikian, ekuitas pemerintah atau kekayaan bersih negara berada di level Rp3.073,69 triliun. Dari perspektif operasional, pendapatan pemerintah tercatat Rp3.006,42 triliun, sedangkan beban operasional mencapai Rp3.429,51 triliun sehingga menimbulkan tekanan defisit pada laporan operasional. Pemerintah menilai kombinasi SAL yang kuat dan neraca yang positif mencerminkan kapasitas fiskal yang masih cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus menopang agenda pembangunan secara berkelanjutan, meski disiplin kebijakan tetap dibutuhkan untuk merespons dinamika ekonomi global dan tekanan pendapatan ke depan.
La justice française a refermé jeudi un chapitre clé du long parcours judiciaire de José Antonio Urrutikoetxea, dit Josu Ternera, figure historique de l’organisation armée basque ETA. La cour d’appel de Paris l’a acquitté du chef d’« association de malfaiteurs terroriste » pour la période...

À partir du 4 juillet 2026, Avignon redevient pour trois semaines la capitale mondiale du théâtre, avec une édition hautement symbolique : le Festival « In » fête ses 80 ans, tandis que le « Off » célèbre son 60e anniversaire. Le directeur Tiago Rodrigues, reconduit pour quatre ans, a voulu...

Depuis le 2 juillet 2026, le pass Navigo Annuel franchit une nouvelle étape dans sa dématérialisation en arrivant sur les smartphones Android. Les abonnés franciliens dotés d’un forfait annuel classique ou senior peuvent désormais transférer leur titre sur un mobile compatible et valider...

En choisissant Saint-Raphaël (Var) pour lancer sa campagne présidentielle, David Lisnard a donné le ton d’une candidature construite contre ce qu’il décrit comme la continuité du pouvoir actuel. Devant près de 1.500 personnes selon les organisateurs, le maire de Cannes et président de...

L’Opéra de Paris se prépare à l’une des plus longues interruptions de l’histoire du Palais Garnier. La scène de l’édifice inauguré il y a 151 ans sera fermée de 2027 à 2032, soit cinq ans au lieu des deux initialement annoncés, en raison d’un allongement du calendrier des travaux de...